Nulis Lagi Yuk!

Hola!

Akhirnya Mollie kembali menulis. Yeaaay !!

Aku jadi teringat, beberapa harapan sebelum anak laki-laki lucu bernama Kili yang saat ini berumur 23 bulan lahir.. Salah satunya adalah, untuk aktif menulis ketika sudah menjadi ibu nanti. Harapanku saat itu, aku ingin anakku tumbuh menjadi pribadi yang biasa dan gemar menulis. Karena apa?

Di dunia yang semakin gamblang terbuka dan transparan ini, persaingan di bidang apa saja menjadi semakin ketat. Nah, dengan menulis, kita jadi bisa memperlihatkan wawasan kita kepada dunia. Membiarkan dunia tahu bahwa kita itu ada dan mengambil perhatiannya.

Lalu ada yang protes, “Kalau mau eksis zaman now mah jadi Vlogger aja kali, Ul!” . Iya juga sih. Tetapi menjadi vlogger terlalu berat untuk aku kayaknya. Hahaha.. Dan ingat, menulis itu penting loh. Dengan belajar menulis dengan baik, kita bisa belajar menyalurkan aspirasi dan pemikiran kita secara santun dan tertata. Karena dalam tulisan, kita dituntut untuk membuat para pembaca bisa menikmati apa yang kita tulis dalam imajinasi mereka. Jadi ga bisa tuh yang namanya asal nulis. Karena kalau asal-asalan, yang baca juga pasti akan bingung dan alih-alih menikmati, mereka memilih untuk kabur.

Baik, kembali lagi pada harapan saya di atas tentang rajin menulis untuk memotivasi Kili.. Sayangnya setelah melahirkan dan sibuk dengan aktivitas per emak-emak an, aku jadi lupa dan menaruh harapanku untuk rajin menulis ini pada prioritas ke 99 kalau dalam sehari dibatasi ada 100 prioritas hidup yang penting. Ya, pokoknya prioritas nomor buncit deh.

Kenyataan bahwa seorang anak yang sedang tumbuh itu rasa kepo nya amat besar, udah gitu ga bisa dilarang banyak karena akan membuat mereka makin brutal, membuat untuk sekedar membuka laptop dan mulai mengetik itu menjadi sulit sekali. Ditambah dengan alibi mamak butuh me time dengan membuka sosial media, e commerce ini itu untuk browsing barang cantik demi menyegarkan mata emak. Jadilah keinginan menulis ku makin lama makin menghilang.

Berita baiknya, aku sadar dan selalu ingat tentang keinginan ku yang amat besar (dulu) untuk bisa jadi penulis yang telaten dan handal. Jadi walaupun udah hampir ga masuk prioritas hidup, tapi aku selalu berusaha mencari cara bagaimana aku bisa menumbuhkan semangat untuk menulis lagi. Berbagai upaya, antara lain dengan ikut nyemplung terjun bebas (yes, terjun bebas, karena aku emang modal nekat tanpa ada persiapan apapun) ke dalam aneka komunitas menulis.

Alhamdulillah, sekarang sudah dua komunitas menulis yang sedang serius aku ikuti, yaitu komunitas Learning Mama yang sedang ada proyek membuat antologi , dan komunitas beauty blogger Pekanbaru .

Untuk proyek antologi, mungkin nanti akan aku upload di blog ini cerita milikku. Lumayan lah ya untuk nambah bikin rame. Sedangkan untuk aktivitas komunitas beauty blogger Pekanbaru , sudah pasti akan memaksa membuat ku untuk rajin menceritakan hobi ku belanja, mengoleksi dan memakasi skincare + makeup di blog ini.

Untuk kalian, mamah muda, yang juga seperti aku. Dulu punya banyak harapan, tapi setelah melahirkan ternyata banyak perubahan yang bikin lupa sama aneka keinginan masa itu, yuk kita semangat lagi. Semua pasti bisa diusahakan selama niat kita ada. Jangan lupa buat goal (tujuan) yang jelas dari harapan dan keinginan itu ya. Karena suatu harapan dan cita-cita bisa terwujud bila kita tekun dan selalu percaya. Caranya dengan membuat tujuan yang jelas dari harapan dan cita-cita tersebut sehingga kita bisa selalu mengukur keberhasilan dan kemajuan yang sudah kita capai.

Bismillah, Yuk Nulis Lagi! πŸ™‚

Advertisements

Leave your tread here please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.